Jenis dan Cara Membuat Surat Kuasa

Jenis dan Cara Membuat Surat Kuasa

Terkadang ada kondisi yang membuat seseorang tidak sanggup menghadiri urusan yang sangat penting. Seperti untuk mengurus dokumen legal atau mengambil barang di sebuah lembaga negara maupun swasta.

Jika kondisinya seperti ini, maka mau tidak mau anda harus menunjuk orang lain untuk mewakili dan melakukan pengurusan.

Maka dari itu, anda membutuhkan dokumen sah yang berbentuk surat kuasa supaya proses pengurusan bisa berjalan dengan lancar. Karena kalau tanpa adanya surat kuasa, orang yang mewakili anda tidak akan bisa mengurus semua dokumen atas nama anda.

Lalu bagaimana cara membuat surat kuasa itu?

Jenis – Jenis Surat Kuasa

Sebelum mengetahui cara membuat surat kuasa, anda harus mengetahui terlebih dahulu jenis-jensinya. Perlu diketahui bahwa surat kuasa ini terdiri dari beberapa jenis yang tergantung dengan fungsi dan tujuannya.

Dalam hal ini, menurut undang-undang, surat kuasa terdiri dari beberapa jenis sebagai berikut :

  1. Surat Kuasa Umum

Jenis surat kuasa ini berfungsi sebagai dokumen peralihan kuasa untuk kepentingan umum seperti pengambilan uang atau harta kekayaan. Pada umumnya surat kuasa ini mampu memberikan kuasa tentang perihal yang disebut manajer atau untuk mengatur kepentingan pemberi kuasa.

  1. Surat Kuasa Perantara

Jenis surat kuasa ini adalah surat yang mewakilkan para broker, agen atau makelar. Isi dalam surat kuasa perantara ini adalah tentang pemberian perintah kepada pihak kedua yang berperan sebagai agen untuk melakukan perbuatan di bawah hukum dengan pihak ketiga.

  1. Surat Kuasa Insidentil

Surat kuasa ini adalah dokumen pemberian kuasa pada seseorang yang masih memiliki hubungan darah dengan pemberi kuasa. Prinsip surat kuasa ini didasari untuk berbicara di pengadilan setelah mendapatkan ijin dari ketua Pengadilan.

Selain itu, penerima kuasa tidak boleh berprofesi sebagai pengacara dan dilarang mendapatkan imbalan uang dari pemberi kuasa. Bukan hanya itu, pemberi kuasa juga tidak boleh memberikan kuasa insidentil ini dengan jangka waktu setahun ke belakang.

  1. Surat Kuasa Istimewa

Surat kuasa istimewa ini merupakan jenis surat kuasa yang harus dikeluarkan saat pemberi kuasa tidak dapat mengurus perihal yang sangat penting. Contohnya adalah mediasi atau sumpah penentu.

  1. Surat Kuasa Khusus

Surat kuasa khusus ini hampir sama dengan surat kuasa istimewa, cuman bedanya surat kuasa khusus ini harus mencantumkan kegiatan-kegiatan secara detil dan jelas pada surat. Contohnya, jika urusannya meliputi pengadilan, maka surat kuasa tersebut harus detil menjelaskan tentang apa saja yang akan terjadi di dalam pengadilan. Mulai dari replik, gugatan, hingga pengajuan alat bukti. Dan penerima kuasa tidak bisa melakukan hal-hal yan tidak tercantum di dalam surat kuasa tersebut.

Cara Membuat Surat Kuasa

Dalam membuat surat kuasa ini tidak boleh sembarangan. Namun, ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan dan tidak boleh dilewatkan oleh anda. Menurut Undang-Undang, ada 9 unsur surat kuasa yang wajib ada di dalam dokumen sebagai berikut :

  1. Judul
  2. Kalimat pembuka (berisi keterangan waktu)
  3. Identitas pemberi kuasa
  4. Identitas penerima kuasa
  5. Perihal yang dikuasakan
  6. Jenis pemberian kuasa (umum, khusus, perantara, insidentil, atau istimewa)
  7. Klausul hak subtitusi
  8. Penutup surat kuasa
  9. Tanda tangan semua pihak yang terlibat

Mungkin itu saja artikel kali ini tentang jenis dan cara membuat surat kuasa, semoga ada guna dan manfaatnya.

admin

Related Posts